Showing posts with label Air Susu Ibu. Show all posts
Showing posts with label Air Susu Ibu. Show all posts

Rekomendasi Susu Untuk Ibu Menyusui

Susu Untuk Ibu Menyusui
Susu merupakan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia. Susu mengandung sejumlah gizi yang sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan. Maka itu, tidak heran jika kemudian pemenuhan gizi menjadi sempurna jika dilengkapi dengan susu. Banyak yang berpendapat, jika dalam masa normal, konsumsi susu merupakan penyempurna gizi maka dalam masa menyusui, seorang ibu wajib mengkonsumsi susu agar kualitas ASI-nya optimal. Jika ditelisik dari dunia medis, hal ini tidak sepenuhnya benar. Menurut seorang dokter dari Amerika Serikat, seorang ibu menyusui dianjurkan minum susu agar kesehatannya terjaga bukan meminum susu untuk menghasilkan susu. Sebab masih menurut Dr. Jackman, tidak ada hubungan lansung antara kualitas ASI dengan konsumsi susu. Meski demikian susu tetap dianjurkan bagi ibu agar kebutuhan kalsiumnya terjaga. Tak semua jenis susu cocok bagi ibu menyusui. Berikut susu ibu menyusui yang banyak direkomendasikan ahli gizi.

Menyusui Saat Hamil, Bolehkah?

Menyusui Saat Hamil
Direncanakan atau tidak, kehamilan bisa saja terjadi saat wanita masih dalam kondisi menyusui. benyak yang berpikir bahwa kegiatan menyusui harus dihentikan sebab janin yang ada di dalam perut juga bayi yang masih menyusui tentu akan  “bersaing” mendapatkan gizi dari sang ibu. Selain itu, keselamatan bayi yang ada di dalam janin juga adipertaruhkan. Hal ini tentu menjadi dilema berat sebab ASI juga sangat penting bagi bayi. Bagaimana dunia medis juga agama melihat hal ini?

Tandem Nursing

Kegiatan menyusui saat hamil dikenal juga dengan istilah Tandem Nursing. Banyak yang berpendapat hal ini sangat berbahaya bagi janin, ibu dan juga bayi yang sedang disusui. Namun berdasarkan penelitian medis, Tandem Nursing relatif aman dan tidak berbahaya selama ibu mematuhi beberapa rambu-rambu terutama pemenuhan gizi selama melakukan Tandem Nursing. Terkait hal ini, berikut poin-poin yang harus diluruskan:

Penuhi Asupan Nutrisi Untuk Ibu Menyusui

nutrisi untuk ibu menyusui
ASI atau air susu ibu merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia. Pemberian ASI telah diakomodir oleh hukum oleh sebab nilai urgensinya. Tak hanya berperan sebagai pemasok gizi bagi bayi, ASI juga terbukti mengurangi angka kematian bayi yang berusia di bawah 28 hari. Kualitas dan volume ASI banyak bergantung pada asupan nutrisi sang ibu. Maka itu, pemahaman membatasi makanan setelah melahirkan untuk menurunkan berat badan adalah salah. Justru setelah melahirkan, nutrisi untuk ibu menyusui harus diperhatikan lebih intens lagi sebab ia berpengaruh dignifikan pada perkembangan bayi yang baru saja dilahirkan.

Menurut ahli gizi, ibu dengan asupan nutrisi baik bisa memberikan ASI sebanyak 600 ml di bulan pertama . Sementara itu merangkan pada bulan ketiga, jumlah volume tersebut memingkat antara 700 sampai 750 ml. Volume ASI ini dipengaruhi oleh kualitas gizi yang dikonsumsi oleh ibu. Kerena itu, penting untuk menjaga dan megontrol gizi tersebut. Apa dan bagaimana sebenarnya  gizi itu? Secara teoritis, yang dimaksudkan gizi adalah bahan dasar yang merupakan penyusun bahan makanan. Nilai gizi diperoleh setelah makanan yang kita konsumsi dicerna dalam tubuh. Zat gizi sendiri mencakup lima unsur antara lain protein, karbohidrat, mineral, lemak dan juga vitamin. Gizi ini memiliki manfaat sebagai penyokong energi, pertumbuhan badan serta pemeliharaan kesehatan. Bagi ibu menyusui, gizi juga berperan dalam produksi ASI.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi?

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi
Bukan hal yang baru, ada sebgian besar orang yang begitu menyukai kopi. Serupa candu, jika kopi tak dikonsumsi maka akan membuat seseorang gelisah dan selalu merasa ada yang kurang. Jika Anda termasuk di dalamnya dan sedang dalam kondisi menyusui, sebaiknya berhati-hati dalam mengkonsumsi kopi sebab pengaruhnya bisa dirasakan oleh bayi yang Anda sedang susui. bahkan bagi sebagian orang, kopi dimasukkan ke dalam pantangan keras bagi ibu hamil pun menyusui. Bagaimana sebenarnya dunia medis memandang kecenderungan ibu menyusui minum kopi? Berbahayakah?

Berdasarkan penelitian lanjutan beberapa ahli, ditemukan fakta bahwa ibu menyusui minum kopi bukanlah hal yang haram atau sama sekali tidak diperbolehkan. Asalkan tidak dalam jumlah yang berlebih maka konsumsi kopi tentu diperbolehkan.  seorang dokter dari Departemen Pediatrics Univeristy of Rochester di New York Amerika Serikat menyatakan bahwa sistem metabolisme bayi yang baru dilahirkan belumlah siap atau mampu untuk mencerna sejumlah komponen semisal kafein yang ditemukan di dalam kopi. Sistem metabolisme bayi baru akan siap di usia 3 sampai 4 bulan. Jadi jauh lebih baik jika ibu menyusui membatasi asupan makanan atau minuman yang menjadi sumber kefein hingga bayi siap. Bagi ibu yang menjalankan ASI eksklusif selama 6 bulan sebaiknya tetap membatasi kopi hingga pemberian air susu ibu secara eksklusif selesai dilaksanakan.

Adakah Pantangan Ibu Menyusui?

Pantangan Ibu Menyusui
Menyusui merupakan proses penting pemberian air susu ibu kepada bayi yang dilahirkan. Momen menyusui memiliki beragam manfaat yang mencakup banyak aspek termasuk psikologis di dalamnya. ASI menjadi sangat penting sebab ia mengandung komposisi gizi yang baik bagi bayi. Menurut salah seorang pakar, komposisi ASI tidaklah selalu sama. Salah satu yang sangat berperan terkait komposisi ASI adalah makanan. Untuk mendapatkan ASI terbaik, ibu menyusui dianjurkan untuk menjauhi beberapa hal. Berikut uraian benar atau tidaknya beberapa pantangan ibu menyusui yang banyak dipercaya di masyakat kita.

No Alcohol!!

Salah satu pantangan bagi ibu menyusui yang paling populer diketahui adalah konsumsi alkohol. Masyarakat percaya bahwa jika ibu mengkonsumsi alkohol makan sang bayi yang disusuinya akan mengalami kecanduan dan kesehatannya terganggu. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Alkohol memang berbahaya! Tapi jika ibu mengkonsumsinya, bayi tak akan mengalami kecanduan. Jika didasarkan pada fakta, alkohol yang dikonsumsi oleh ibu menyusui akan membuat bayi ngantuk, berat badan susah naik serta cenderung lemah tidak lincah. Selain itu, alkohol juga akan membuat produksi air susu ibu berkurang. Jadi, jauhi alkohol ya mom!

Mengenal Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia
Penelitan terbaru menyatakan bahwa dekade ini pun dekade mendatang, angka wanita yang memilih untuk tidak menyusui bayinya karena berbagai alasan semakin meningkat. Hal ini patut disayangkan sebab pemberian ASI sangat baik dalam menanggulangi gizi buruk juga angka kematian bayi di bawah usia 28 hari yang marak terjadi khususnya di Negara berkembang termasuk Indonesia. Hal ini disadari oleh pemerintah sehingga pada tahun 2012 disahkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 mengenai pemberian ASI eksklusif. Tak hanya pemerintah, sejumlah kepedulian juga lahir dari sejumlah orang yang kemudian mendirikan lembaga yang khusus menangani isu sepurat pemberian ASI di Indonesia. Lembaga tersebut adalah AIMI yang merupakan kepanjangan dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia.

Terbentuknya AIMI didasari kepedulian beberapa ibu yang sangat menyadari bahwa pemberian ASI cukup penting bagi bayi khususnya selama 6 bulan atai yang biasa dikenal dengan istilah ASI eksklusif. Tak hanya itu, AIMI juga menggalakkan pemberian ASI selama 2 tahun setelah ASI eksklusif. Inisiatif mendirikan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia ini awalnya lahir disertai keprihatinan atas rendahnya dukungan pemerintah, masyarakat dan instansi swasta terhadap pemberian ASI. Padahal ASI merupakan awal yang baik untuk generasi bangsa yang berkualitas.

Rekomendasi Makanan Untuk Ibu Menyusui

 Momen menyusui merupakan fase dimana wanita membutuhkan asupan gizi dua kali lipat dari jumlah normal. Penelitian membuktikan bahwa tidak semua wanita memahami bahwa justru setelah melahirkan, nutrisi tak boleh dibatasi hanya dengan tujuan untuk menurunkan berat badan yang melonjak selama masa hamil. Justru setelah hamil, wanita membutuhkan gizi kompleks untuk memulihkan diri dan menunjang kegiatan menyusui. Memtuhi pola makan yang sehat akan meningkatkan energi serta stamina ibu dalam menyusui. Selain itu, kualitas ASI juga bergantung pada asupan nutrisi ibu. Nah, bagi Anda yang belum memahami hal ini, berikut rekomendasi makanan untuk ibu menyusui yang wajib Anda ketahui.

Inisiasi Menyusui Dini (IMD): Perlukah?

Inisiasi Menyusui Dini
Inisiasi Menyusui Dini atau yang biasa disingkat IMD bukan hanya sekedar konsep biasa. IMD juga memiliki konteks hukum sebab diatur di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif tepatnya pada Pasal 9. Apa yang dimaksud Inisiasi Menyusui Dini tak lain adalah tindakan dimana tenaga medis meletakkan bayi di dada atau perut ibu sesaat setelah melahirkan. Hal ini dimaksudkan agar sang bayi bisa mencari puting susu ibu dan memulai menyusu dengan inisiatifnya sendiri. IMD bukan hanya sekedar ritual, tetapi ada alasan medis yang melatarbelakanginya.

Mengapa Harus Dilakukan?

Tak jarang ibu yang tidak mengetahui “ritual” inisiasi menyusui dini atau IMD. Karena itu, merupakan sebuah kewajiba hukum bagi tenaga medis untuk melakukan IMD sesaat setelah bayi dilahirkan. IMD menjadi penting dan digalakkan sebab berdasarkan penelitian klinis ditemukan fakta bahwa kegiatan ini bisa menyukseskan ASI Eksklusif  dan juga terbukti bisa menyelamatkan nyawa bayi yang baru lahir dengan usia tak lebih dari 28 hari dengan potensi sebesar 22%.

Kajian Seputar ASI Eksklusif

ASI Eksklusif
Secara hukum ASI eksklusif diartikan sebagai pemberian air susu ibu kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Defenisi ini terdapat di dalam Pasal 1 ayat (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Lebih lanjut dalam Pasal 6 disebutkan bahwa setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya. Pasal ini menekankan keharusan pemberian ASI bagi semua ibu sebab ASI eksklusif memang penting bagi bayi dengan umur di bawah 6 bulan. Meski mengharuskan, namun pada pasal selanjutnya terdapat beberapa pengecualian. Ibu tidak diharuskan memberi ASI eksklusif jika terdapat indikasi medis yang tidak memperbolehkannya untuk itu, ibu tidak ada dan atau ibu terpisah dari bayi.
Mengapa Harus 6 bulan?

Diaturnya persoalan ASI eksklusif dalam Peraturan Pemerintah mengindikasikan betapa pentingnya ASI bagi generasi bangsa sehingga harus dipayungi oleh hukum. Jauh sebelum itu, sebenarnya WHO dan juga UNICEF telah menyatakan bahwa ASI eksklusif merupakan sumber makanan terbaik bagi bayi. Sebelumnya, kedua lembaga ini menyatakan bahwa ASI eksklusif harus diberikan sampai bayi berumur 4 bulan. Namun pada tahun 2001, WTO menyatakan bahwa ASI eksklusif harus diberikan sampai bayi berusia 6 bulan.

Manfaat ASI Dari Berbagai Aspek

Manfaat ASI
Hampir semua ahli gizi sepakat bahwa ASI  merupakan makanan terbaik bagi bayi. Hal ini wajar sebab ASI memang unggul jika dibandingkan dengan susu lainnya. Salah satu komponen penting yang terkandung di dalamnya adalah kolostrum. Senyawa ini mengandung zat kekebalan utamanya IgA yang berperan penting melindungi bayi dari penyakit utamanya diare. Terkait jumlah, kolostrum memang tidak melimpah. Namun kolostrum dalam jumlah sedikit sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Manfaat ASI terkait erat dengan keberadaan kolostrum ini. Apa sebenarnya yang terkandung dalam kolostrum?

Secara umum, kolostrum mengandung protein yang unggul, vitamin A, sejumlah karbohidrat dan juga lemak rendah. Ia sangat bermanfaat untuk mengeluarkan mekonium atau kotoran bayi yang paling pertama sejak ia dilahirkan. Selain kolostrum, ASI juga mengandung komponen lain seperti enzim-enzim, whei, dan casein. Keunggulan ASI sendiri terletak pada rasio whei dan caseinnya yang tinggi yakni 65:35. Hal ini menjadikan protein pada ASI jauh lebih mudah diserap. Coba bandingkan dengan rasio whei dan casein pada sapi yang hanya mencapai angka 20:80, oleh karenanya sulit untuk dicerna.

Tips Cara Memperlancar ASI

Cara Memperlancar ASI
ASI atau Air Susu Ibu, merupakan berkah tak ternilai dari Tuhan bagi manusia. ASI mengandung komponen gizi terbaik dan merupakan makanan utama bagi bayi. Sayangnya tidak semua ibu memahami hal tersebut. Dan bahkan oleh karena alasan remeh, banyak ibu yang memilih untuk tidak menyusui. Salah satu alasan tersebut adalah karena produksi ASI tidak lancar. Nah, jika Anda mengalami hal demikian, jangan patah arang dulu. Sebab ada beragam cara yang bisa digunakan untuk memperlancar ASI.

Sebelum membahasa cara melancarkan ASI, jauh lebih baik jika Anda yang belum melahirkan menerapkan hal berikut ini agar saat bayi Anda lahir, Anda sudah siap dengan ASI yang berkualitas. Sebab, persiapan memberikan ASI pada bayi sebenarnya dilakukan selama masa kehamilan. Pada fase ini kelenjar payudara wanita makin padat oleh karena adanya retensi air dan lemak. Selain itu, payudara juga akan terasa sakit pun tegang yang disebabkan oleh perkembangan kelenjar-kelenjar. Adapun persiapan memperlancar ASI saat hamil antara lain: